Mobil Diskon Besar, Konsumen Untung atau Rugi?
Categories: Catatan Pinggir - Tags: dikson mobil, diskon mobil besar, kerugian diskon besar, keuntungan diskon besar, pajak mobil, pajak progresifMembeli mobil dengan diskon besar, sebenarnya Konsumen sangat dirugikan dengan alasan apapun. Karena struktur tulisan di blog berbeda dengan di koran, saya tulis kesimpulan di awal. Tidak semua orang mau membaca posting sampai tuntas, dan hasil pencarian google serta search engine yang lain biasanya menampilkan excerpt atau awal tulisan.
Tulisan ini menyambung tulisan saya sebelumnya “Diskon Mobil Akhir Tahun Gila-gilaan” yang belum saya selesaikan; apa keuntungan dan kerugiannya penerapan dikson besar penjualan mobil, apalagi jika dikaitkan dengan penerapan pajak progresif. Berikut penjelasannya kalau Anda masuk ke posting dan membacanya:
Keuntungan Diskon Besar
Membeli mobil dengan dikson besar, memang secara “logika tradisional” (silahkan lihat pengertian “logika tradisional” dalam materi “logika dasar”) memang konsumen diuntungkan, karena yang dihitung adalah harga on the road dikurangi diskon yang diberikan. Ketungungannya hanya sebatas kalau konsumen membeli dengan cara cash. Gaya penjualan Produsen mobil kita sekarang rupanya sudah mengadopsi gaya penjualan rokok, “menjual dengan cara mengancam”, tahu kalau merokok merugikan kesehatan, tapi tetap saja dibeli. Tahu kalau membeli mobil itu merugikan kalau dilihat dari “value for money“ (artinya: nilai yang dibayar sebanding atau diatas nilai barang yang didapat) karena memang tidak ada pilihan lagi, mau beli yang silahkan, tidak ya silahkan. Seolah-olah berkata “kalau tidak membeli sekarang dengan diskon sekian, Anda tidak akan dapat lagi di lain kesempatan” tanpa sadar, sebenarnya yang mereka beli itu produk yang laris atau produk yang stocknya menumpuk dan akan tergilas pergantian tahun?. Konsumen tentu saja tidak sadar, diskon besar itu berlaku setelah harga naik, atau setelah harga belum naik?
Tapi apakah produsen rugi dengan diskon gede? Tentu saja tidak. Ini berurusan dengan keberlangsungan asap dapur masing-masing perusahaan. Mana ada hari gini perusahaan rugi.
Intinya: membeli mobil dengan diskon besar, diuntungkan hanya kalau Anda beli Cash dan semata-mata dilihat dari harga jual dikurangi besarnya diskon. Dan kalau beli kredit diuntungkan dengan bayar total down payment lebih murah, tapi dengan asuransi dan bunga yang lebih mahal.
Kerugian Diskon Besar
Ada untung tentu saja ada rugi. Seperti halnya mobil itu sendiri dengan berbagai varian merek dan typenya; ada plus pasti juga ada minusnya. Tidak ada produk buatan manusia yang sempurna.
Kerugian konsumen dengan dikson besar secara sederhana dapat dijelaskan dengan cara beriktut:
Pembelian Kredit
Kalau Konsumen membeli dengan cara kredit dan mendapatkan diskon besar, siapa saja yang dirugikan?. Pertama konsumen itu sendiri dan kedua adalah leasing. Kenapa? Pembelian dengan cara kredit selalau dihitung dari harga price list kendaraan, begitu juga rate bunga dan asuransi. Mari kita hitung: Contoh sederhana. Ini kalau pemberlakuan diskon sebagai alih-alih atau sebagai ganti tidak menurunkan harga jual. Karena memang harga jual mobil di akhir tahun 2010 memang turun (info: Picanto turun 15 juta dari harga sebelumnya 129 juta untuk type manual, dan jadi 114 juta).
Kalau Anda membeli mobil dengan harga 145 juta, dan mendapatkan diskon 20 juta, harga nett adalah 125 juta dan kredit 3 tahun dengan DP 20 % . Berapa rate asuransi dan rate bunga yang harus Anda bayar dari harga otr?
Rate Asuransi 8.5 % x 145.000.000.- = Rp. 12.325.000.-. Seharusnya cuma: 8.5% x 125 .000.000.- yaitu: Rp. 10.625.000.- lalu selisihnya anda bayar asuransi diskon. hehehe….
Rate Bunga: 3 tahun anggaplah 7% jadi, 21%. kalau dp 20% dari 145jt adalah: Rp. 29.000.000, dan pokok hutangnya adalah: 116.000.000.
Sedangkan 20% dari 125 juta adalah: Rp. 25.000.000.- dan pokok hutangnya adalah: Rp. 100.000.000.-
Jadi Anda membayar 21% dari selisih pokok hutang dengan bunga 21% yaitu: Rp. 3.360.000.- selama akad kredit.
Keuntungan Anda seperti yang saya sebutkan di atas adalah total downpayment Anda lebih murah. Dan bagi leasing ini mengandung resiko yang agak riskan kalau kredit macet. Dan selanjutnya leasinglah yang dirugikan.
Pajak dan BBN
Penerapan pajak progresif mobil yang diberlakukan pemerintah daerah Jakarta dengan sendirinya berpengaruh pada harga dan kisaran budget yang akan Anda keluarkan untuk membeli mobil dengan diskon besar. Kalau BBN diterapkan dari persentase harga jual mobil, ini artinya semakin besar juga biaya yang akan dikeluarkan untuk hal yang namanya “promo diskon” itu.
Kalau BBN mobil baru adalah 10% dari harga OTR mobil, berapa pesentasenya kalau mobil Anda seharga 300 juta. 30 juta bukan? kalau harga 300 juta mendapat diskon 30 juta, berapa harga nett sebenarnya? 270juta. Seharusnya BBN nya : Rp. 27.000.000 dong?
Akhirnya, semua kembali kepada Anda. Kalau mau beli ya silahkan, kalau tidak ya silahkan. Tapi, lagi-lagi; orang Indonesia itu kaya-kaya dan Royal, kalau mampu mengeluarkan uang ratusan juga, kenapa harus pusing dengan satu sampai 5 jtua?
Incoming search terms:
untung rugi beli mobil akhir tahun (3),untung rugi kredit mobil (3),untung rugi beli mobil bekas (3),gambar tulisan diskon (2),harga kia picanto dikurangi diskon (2),keuntungan dan kerugian kredit mobil (1),keuntungan membeli hyundai avega (1),keuntungan membeli kia rio (1),kia picanto 2012 diskon besar (1),vellfire x 2011 discount besar (1),kerugian kredit mobil (1),kerugian dan keunyungan mobkas picanto (1),kerugian beli mobil akhir tahun (1),kerugian beli kia picanto (1),Kenapa perhitungan simulasi kredit mobil baru di setiap daerah berbeda? (1),harga kia rio setelah diskon (1),kia sportage harga diskon 2012 (1),kredit mobil diskon asuransi (1),untung rugi membeli ford everest (1),untung rugi beli mobil baru dan bekas (1)















wah hebat bung tulisannya. LOGIKA ini yg konsumen sering “ketipu”.
Apalagi biasanya ketentuan-ketentuan kredit tu tulisannya keil-kecil, yg baca jadi malas, padahal ketentuannya sangat mengikat. hehehe