Menyoal Tanggung Jawab Individu

Categories: MOTIVASI - Tags: , , ,

Lama tidak menulis, jadi tulisannya amburadul dan awut-awutan. Dulu, menulis di agenda dan buku harian saya lakukan untuk menghilangkan isi kepala “opini” yang mulai penuh dengan pemikirin-pemikiran yang gak karuan hasil serapan mata lahir ketika melihat realita yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini tertanam.

Mengeluh, mengumpat, kesal, benci, senang, motivasi, demotivasi, jengkel, seding, menangis dan perasaan batin lainnya sebenarnya manusiawi. Hanya itulah milik manusia yang tidak dapat direnggut siapapun, tidak dapat direnggut oleh atasan, tidak dapat direnggut oleh keluarga. Rasa-rasa itulah yang sebenarnya milik kita yang hakiki; tunggal dan murni. Tinggal, perasaan manakah yang akan kita jadikan reaksi atas aksi yang kita terima?

Selanjutnya, sejauh kita dapat bertanggung jawab atas pilihan reaksi individu, pilihan apapun sebagai reaksi kita tidaklah salah. Apakah kita mampu untuk bertanggung jawab sebagai individu atas apa yang kita akibatkan?. Berani berbuat tentu saja harus berani bertanggung jawab. Paling tidak itulah yang diajarkan orang tua kita.

Untuk memikul beban dan tanggung jawab yang lebih besar, kita harus mulai dari tangung-jawab yang kecil. Dari individu, keluarga dan kehidupan sosial.

Selamar Bekerja….Tuhan memberkati.

Incoming search terms:

tugas sales mobil (12),cara menjadi sales mobile yang kaya (2),berani berhenti jadi karyawan (1),menjadi salesman produktif (1),motivasi diri menghilangkan rasa benci (1),opini dan review kia all new sportage (1),tanggung jawab sebagai individu (1),tugas dan tanggung jawab sales mobil (1),tugas sales (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>