Menjadi Supervisor Efektif, Produktif, Fleksibel dan Proaktif

Categories: MOTIVASI - Tags: , , , ,

Saya menulis ini bukan karena saya berpengalaman dan hendak membagi pengalaman dengan Anda. Saya menulis ini karena saya ingin menjadi seperti judul tulisan di atas yaitu” Mejadi Supervisor yang Efektif, Produktif, Fleksibel dan Proaktif”. Selama enam bulan saya menjadi Supervisor, belum satu sesi pun saya mengikuti pelatihan atau training bagaimana menjadi seorang supervisor, tapi ini bukan alasan untuk tidak berhasil; karena sebagai manusia tentu saja kita dibekali otak untuk berfikir dan berusaha sendiri; tidak selalu mengandalkan uluran tangan manajemen untuk mengembangkan kemampuan dan potensi. Karena Keyakian dan Kemauan yang kuat akan menyingkirkan halangan yang ada. Dan hasilnya, enam bulan bersama team, bersama team dapat melampaui perolehan setahun team lain.

Seperti halnya website dan beberapa portofilio saya di atas, ternyata kemauan kuat untuk mewujudkan keyakinan saya, bahwa saya bisa melakukannya, ternyata melebihi dari perkiraan dan ekspektasi awal saya akan hasil yang didapatkan. Dan ternyata, Motivasi besar itu muncul dari mental yang siap memperjuangkan sebuah keyakinan dengan kemauan diri yang penuh dengan tekad untuk berhasil dan menghasilkan. Saya melakukan hal-hal kecil (belajar, membaca dan meniru) mempersiapkan diri dengan apa yang saya bisa untuk mendukung keyakinan saya, inilah fondasi yang memperkuat perjuangan dan kerja keras untuk menghadirkan keyakinan tersebut menjadi realitas.

Karena saya miskin pengalaman, Buku Herdianto Purba menarik untuk dibaca, “Great Supervisor: Panduan Praktis Menjadi Supervisor yang Efektif” menyadarkan saya bahwa menjadi supervisor sebenarnya memiliki peranan strategis sekaligus “terjepit”. Strategis, karena berhasil tidaknya team di lapangan tergantung supervisi sang supervisor yang dengan sendirinya menentukan produktivitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Terjepit, karena ke bawah, ia berhadapan dengan team yang jumlahnya banyak, sedangkan ke atas, ia berhadapan dengan satu manajer. Di sinilah seninya menjadi supervisor, karena kita dituntut untuk mampu menjadi jembatan perantara sekaligus penyeimbang antara atasan dan bawahan.

Saya setuju, Menjadi supervisor yang baik saja tidak cukup, kita harus menjadi supervisor yang hebat. Untuk menjadi supervisor yang baik, beberapa pengertian berikut mungkin dapat mewakili; 1. “bagaimana memperlakukan orang lain sesuai dengan apa yang kita harapkan ketika kita diperlakukan oleh orang lain”; 2. “Perlakuan yang sama”, yaitu memperlakukan bawahan secara “equal” dimana tidak ada perbedaan perlakukan satu dengan yang lainnya; 3. “Mengontrol emosional” dengan memrgunakanlah kata-kata yang manusiawi dengan pendekatan yang disesuaikan tipikal dari karyawan tersebut; 4. “Trust” dengan memberikan kepercayaan (masih ingat Motivasi Vs Pengawasan?), karena mereka akan merasa sangat dihargai kemampuannya; 5. “Komunikasi” dengan pertemuan yang teratur terhadap bawahan baik formal maupun informal untuk membuka jalan komunikasi. Pikirlah suatu cara agar karyawan mau dan berani berbicara, bertanya, mengeluarkan pendapatnya. Motivasi karyawan dengan kemampuan yang mereka miliki. Berikan pertanyaan mengenai solusi suatu masalah dan diskusikan secara terbuka. Sebagai atasan yang baik kita juga perlu siap, terbuka dan tanggap untuk meresponse semua pertanyaan, saran dan kekhawatiran karyawan. Dengan komunikasi yang baik, maka bawahan merasa memberikan kontribusi terhadap sukses organisasi.

Lalu Bagaimana dengan menjadi supervisor yang Hebat (Great) seperti judul di atas? Saya masih belum menyelesaikan membaca buku di atas. Jadi saya belum mendapatkan ide. Kalau ada saran boleh comment di bawah. Tunggu saja kelanjutannya…

Incoming search terms:

menjadi supervisor (77),cara menjadi supervisor yang baik (66),MENJADI SUPERVISOR YANG BAIK (64),Bagaimana menjadi supervisor yang baik (40),tips menjadi supervisor (39),supervisor yang baik (36),cara menjadi supervisor (35),supervisor yang efektif (18),supervisor efektif (18),kiat menjadi supervisor (14),syarat menjadi supervisor (10),tips jadi supervisor (8),cara menjadi seorang supervisor (7),belajar menjadi supervisor (7),tips menjadi sales supervisor (6),panduan menjadi supervisor (3),teknik menjadi supervisor yang baik (3),tips menjadi seorang supervisor (3),kinerja supervisor automotive (3),cara jadi supervisor yg baik (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>