Dua Cara Mudah Mendapatkan Pelanggan

Categories: MOTIVASI - Tags: , , , ,

Iseng-iseng google dengan kata kunci “Cara Jual Mobil”. Hasilnya saya menemukan topik dari Yahoo Answers yang ditulis oleh Saudara Teguh. Seorang Sales mobil Toyota ( Sepertinya Teguh Toyota Dealer Surabaya) dengan pertanyaan seperti ini: “Gimana cara jual mobil yah ? gw skrg jual Toyota .. bulan2 ini (tepatnya tahun 2008) agak susah? ?”.  Sepertinya Mr Teguh sudah sangat berhasil tahun ini.

Menjawab pertanyaan terbuka yang disediakan oleh Yahoo, Jawaban terbaik yang terpilih menjawab seperti ini:

“Ya bisa lewat nawarin orang-orang yang kamu kenal trus minta mereka nyebarin ke org laen juga. Kamu juga bisa lewat tanya tentang mobil yang lagi dijual juga trus sambung pembicaraannya dengan nawarin toyotamu.. Kan lebih enak…”

Benarkah jualan mobil susah? Sepanjang yang saya rasakan, saya lebih memilih untuk mengatakan ” tidak gampang” ketimbang kata “susah”, itu karena saya menjual mobil kia yang baru di pasar otomotif Indonesia. Kalau mobil Toyota saya kira tidak terlalu sulit menjualnya, karena Toyota hadir di Indonesia sudah hampir 30 tahun, dan kenyataannya banyak teman-teman sales kia yang keluar dan berbondong-bondong melamar pekerjaan sebagai sales Mobil Toyota karena menjual produk toyota “katanya” lebih mudah.  Saya sendiri belum pernah jualan mobil Toyota satupun.

Menjawab masalah kesulitan menjual mobil, sebagai sales mobil, saya menghabiskan beberapa buku tentang prospecting, membaca buku tentang motivasi kerja, mengikuti beberapa pelatihan dan training salesmanship baik yang diadakan oleh kantor maupun di luar kantor, dan menjadikan program Mario Teguh di O Channel dan Metro TV sebagai tontonan wajib. Semua itu tentu saja bertujuan untuk mencari dan mendapatkan pelanggan atau konsumen. “Saya sendiri belum tahu, sejauh apa saya menggali, tapi saya sedikit sudah meminum airnya”.

Dari beberapa teori “salesmanship” yang saya pelajari dan praktek yang sudah saya kerjakan, Saya dapat menyimpulkan dan mengelompokkan dua cara “mudah” untuk mendapatkan pelanggan, yaitu:

1. Kita yang Mencari Pelanggan

Cara ini biasaya dilakukan dengan cara door to door, menjual dari pintu ke pintu, pameran, canvasing, flyering, moving, data base, telepon buku kuning, penawaran, email bomber dan lain. Tidak ada satu cara pun yang lebih efektif dari cara yang lain, semua cara pasti akan ada dampak positif dan harapan untuk mendapatkan customer. “Siapa menabur angin, ia akan menuai badai“. Masalahnya tidak semua Sales sabar dengan cara-cara tradisonal seperti ini, apalagi perusahaan. Karena sebelum “tuaian badai keberhasilan” mereka dapatkan, perusahaan sudah terlanjur memutuskan kontrak kerja pada sales yang bersangkutan. Jadi jangan heran, kalau suatu saat ada telpon masuk, mereka mencari yang tidak mereka jual. Skenario ini benar-benar bercerita tentang cara “Kerja Keras”.

2. Pelanggan yang Mencari Kita

Cara kedua sepertinya lebih indah, Konsumen yang mencari kita. Wow…  Cara ini adalah cara di mana kita berusaha dan menjadikan orang tahu siapa kita, apa yang kita jual, dan bagaimana cara membelinya. Inilah yang disebut dengan “menjual diri dan mengiklankan diri”. Mengiklankan diri lewa media dan pencitraan. Ya… “Pencitraan”.

Pencitraan dengan mengiklankan diri sangatlah efektif untuk menjaring pelanggan. Baik lewat Telivisi, Radio, Koran, Majalah, Internet dan lain sebagainya. Inilah cara-cara yang dilakukan oleh perusahaan perusahaan yang kemudian menjadi besar karena pencitraan. Coba renungkan, kalau kita ingin makan Ayam goreng, kira2 apa yang kita pikirkan, dan akan kemana membelinya dengan cara yang praktis dan simpel? Jawabannya bisa jadi “KFC dan McD”. Karena keduanya diketahui orang keberadaannya lewat media-media yang ada. Sedangkan Ayam Goreng yang lain tidak. Inilah yang dalam “Semiotika Visual” dinamakan citra dan imajinasi lebih real dari realita sesungguhnya, karena citra selalu dijejal-jejalkan ke otak kita. Dalam bahasa semiotika di sebut dengan “framing”. Framing salah satu cara untuk mengetahui sekaligus membuktikan bahwa realitas sesungguhnya merupakan hasil konstruksi (baik konstruksi individu, masyarakat dan media). Framing adalah cara untuk melihat bagaimana realitas itu dibentuk dan dikonstruksikan oleh media. Secara praktis  framing dapat dipahami sebagai cara bagaimana peristiwa atau realitas disajikan oleh media.

Inilah Skenario “kerja cerdas” dengan biaya yang tentu saja lebih tinggi dari cara pertama.Tapi cara ini tentu saja tidak berdiri sendiri dan bisa menjadi andalan, karena kita juga membutuhkan cara yang pertama. Cara inilah sebenarnya yang menginspirasi saya belajar internet marketing dan menghasilkan puluhan website. Karena saya yakin, Suatu saat saya bisa menjual apa saja dengan media ini kalau dudah tidak lagi berkerja di KIA.

Semoga….

Incoming search terms:

CARA MENCARI PELANGGAN (104),cara mencari konsumen (34),cara mencari customer (30),cara kerja sales mobil (28),tips mencari pelanggan (18),cara mendapatkan pelanggan (10),cara mendapatkan customer (9),trik mencari pelanggan (6),cara untuk mencari pelanggan (5),cara menawarkan mobil ke konsumen (5),trik-trik mencari pelanggan cosmetik (5),trik trik mencari pelanggan kosmetik (5),trik mencari konsumen (5),cara cari sales (4),cara mencari konsumen mobil (4),trik cari pelanggan (4),trik-trik mencari pelanggan kosmetik (4),cara cari pelanggan (4),bagaimana cara menjual mobil kia (4),mencari customer (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>