Archive for category: MOTIVASI

Melayani Customer dengan Hati

Categories: MOTIVASI - Tags: , , , ,

Tugas utama sebagai seorang sales tentu saja jualan. Tapi Jualan dalam bidang apapun selalu membutuhkan proses. Dan proses itu yang disebut dengan prospecting; proses mencari prospek atau calon pembeli dengan menggali kebutuhan yang dalam bahasa training salesmanship mobil disingkat menjadi M A N (Money, Authority dan Need). Penggalian motif dan minat membeli memang tidak sesederhana MAN di atas, ada faktor-faktor lain yang menjadikan proses “transaksi jual beli” dapat terjadi, dan kuncinya adalah pelayanan.

Dalam dunia otomotif, transaksi jual beli tidak selalu didasarkan atas logika untung rugi, besar diskon yang didapat, dan jarak dealer yang lebih dekat. Transaksi jual beli mobil, khsusunya mobil baru, dapat terjadi dengan cara apapun dan bahkan tidak diduga; seperti kesan pertama ketika perkenalan, informasi pertama, kedekatan emosional daerah, dan kejujuran atau kadang karena kepolosan si salesman dalam memberikan informasi. Banyak transaksi jual beli yang kadang tidak terduga. Tinggal seberapa besar dan seberapa banyak kita membangun relasi dan menanamkan kebaikan-kebaikan dalam hidup kita.

Dari semua itu, hal prinsip yang harus dipegang teguh dan menjadi landasan semua transaksi; yaitu melayani customer dengan hati tulus dan iklash, khsususnya mengenai informasi.  Saya tidak  mengatakan bahwa saya telah menjalani demikian. Saya selalu mengusahakan demikian. Karena type orang berbeda dan unik, kita harus tulus melayani mereka. Ada type customer yang pendiam, ada customer yang cerewet bahkan ada customer yang tidak punya hati.

Dalam proses prospecting biasanya customer membutuhkan informasi yang sedetail-detailnya, baik itu informasi leasing, proses kredit, letak dealer terdekat, informasi spare part dan lain sebagainya. Dan sebagai seorang sales, harus bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan dengan benar-benar meskipun resikonya adalah kehilangan order itu sendiri, karena customer ternyata lebih memilih membeli lewat dealer terdekat dari daerahnya.

Contonhya: saya sering mendapatkan telpon menanyakan mobil kia picanto, ternyata setelah melewati pembicaraan panjang lebar, posisi customer ternyata ada di daerah Tangerang. Sedangkan saya di Bekasi. Kemudian customer bertanya: “Apakah ada dealer kia terdekat dari Tangerang?”, kalau saya jawab “iya” , resikonya dia akan ambil di dealer terdekat dari Tangerang. Kalau saya jawab “Tidak” itu artinya saya berbohong, dan dia pun mungkin tidak akan beli dari saya,  dan tidak akan beli mobil kia, karena tidak ada dealer terdekat dari tempat tinggalnya, dan dia akan kesulitan untuk service. Kembali pada mental, apakah seorang sales akan bermental penjual, atau bermental pemasar. Mental penjual mengejar kuntungan jangka pendek, sedangkan mental pemasar melihat potensi keuntungan jangka panjang.

Saya lebih memilih jawaban yang pertama dengan memberikan informasi yang dia butuhkan, sebagai sales dengan mental pemasar, walaupun dengan resiko kehilangan  satu calon pembeli. Paling tidak dia sudah membeli mobil kia sehingga komunitas pengguna kia menjadi lebih banyak dan itu dengan sendirinya memudahkan semua sales kia berjualan.

Prinsipnya, tidak ada usaha yang sia-sia. Kesediaan berbagi dalam hal apapun dan dengan siapapun pasti mendatangkan nilai lebih dan nilai tambah bagi kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena itulah prinsip hidup. Kalau ini tidak terjadi, maka  konsep reward dan punishment; surga dan neraka; dengan sendirinya akan gugur, dan adakah artinya “Agama” buat Kita?

Incoming search terms:

melayani dengan hati (11),melayani customer dengan hati (3),MELAYANI CUSTOMER (3),informasi yang dibutuhkan untuk membeli spare part mobil (2),service hati (2),tanggung jawab seorang sales mobil (1),spesifikasi gambar mobil perpustakaan keliling (1),salesmanship prospecting (1),salesman melayani (1),cara melayani customer cerewet (1),melayani costumerku (1),melayani costumer (1),kredit mobil bekas sedan timor wilayah tangerang (1),dealer kia tangerang (1),website showroom jual beli mobil (1)

Kiat Sukses Menjadi Sales

Categories: MOTIVASI - Tags: , , ,

Cara apa sebenarnya yang dilakukan mereka yang sukses dalam bidang penjualan? Menjadi praktisi penjualan, sungguh berbeda 180 derajat dengan hanya menjadi akademisi penjualan. Beberapa training salesmanship dan buku-buku yang ditulis sebagai kiat penjualan tentu saja tidak dapat dilahap mentah-mentah. Benar kata pepatah, pengalaman adalah sebaik-baiknya guru. Dan teman duduk (nongkrong) yang baik tentu saja adalah buku.

Dulu, ketika saya berniat terjun dan serius ke dunia sales, saya selalu sibuk memilah uang sejuta; antara membeli buku-buku; mengikuti pelatihan salesmanship; operasional kanvasing dan keliling Jakarta mengejar customer; membeli oleh-oleh untuk redakan rengek ibunya anak-anak dan keperluan-keperluan yang lain. Karena saya masih yakin bahwa setiap usaha pasti akan ada hasilnya, maka keyakinan itu sekarang terbukti  baik untuk diri pribadi dan orang lain.

Saya bukan hendak menulis kiat sukses dalam penjualan dan kiat sukses menjadi sales (salesman dalam bidang apapun), karena sampai saat ini, saya bukanlah orang yang sukses, meskipun tidak juga orang yang gagal, karena menurut saya kesuksesan itu adalah proses, dan kegagalan adalah bagian dari proses itu, bukan hasil akhir.

Ada beberapa tips yang saya baca, kalau dicermati dan dimaknai dengan sungguh-sungguh, ini dapat menuntun kita pada cara dan proses penjualan yang lebih baik. Apapun yang kita jual. Sengaja saya kutip, agar saya juga dapat membacanya berualng-ulang. Berikut saya kutip 10 prinsip penjualan yang ditulis oleh kiatpenjualan.com:

1. Anda menjual kepada manusia. Oleh karena itu yang dibutuhkan adalah people skill karena setiap manusia memupunyai kepribadian berbeda.

2. Anda menjual diri anda sendiri, profil anda menentukan untuk memulai sesuatu relasi. Mereka akan membeli kepada orang yang dapat mereka percaya. Dan anda tidak akan dapat menjual apabila anda sendiri tidak percaya dengan produk yang akan anda jual. Seorang sales yang baik tidak pernah menyombongkan diri tetapi sabar dan dapat menghargai orang lain

3. Seorang sales yang baik dapat melakukan pertanyaan dengan baik. Pertanyaan yang baik akan menjadi awal untuk mengetahui kebutuhan pelanggan, solusi yang dapat kita berikan dan menutup suatu transaksi. Ingat rumus sederhana : Apa, Dimana, Kapan, Yang mana, Mengapa, Siapa, Bagaimana?

4. Setiap kelebihan atau spesifikasi produk anda harus dapat dihubungkan dengan keuntungan yang dapat diperoleh calon pelanggan anda, oleh karena itu tidak perlu mengungkapkan semua secara bertele tele.

5. Kembangkan kemampuan untuk mendengarkan orang lain

6. Anda harus dapat menjelaskan dan memberikan gambaran apa saja yang dapat diperoleh mereka nantinya dengan membeli produk anda

7. Keputusan membeli bukan berdasarkan perhitungan logika tetapi perasaan yang mempengaruhi pelanggan anda sekarang. Misalnya anda menjual peralatan security, hanya akan berhasil apabila memang palanggan anda mempunyai keinginan untuk memperoleh rasa aman. Apabila belum maka harus menjalani proses yang cukup lama dan kemungkinan berhasilnya akan menurun.

8. Anda harus ditunjang oleh pengetahuan produk yang baik. Ini dapat meningkatkan kredibilitas anda dan mempercepat proses closing.

9. Anda harus berusaha membuat sesuatu yang istimewa dibanding dengan competitor anda. Baik produk maupun diri anda sendiri.

10. Jangan menjual melulu bersasarkan kepada harga. Jadikanlah solusi dan professionalitas anda sebagai sesuatu yang lebih layak untuk dihargai dengan nilai tinggi.

Semoga bermanfaat…

Incoming search terms:

tips sales mobil (57),tips menjadi sales mobil (32),cara menjadi sales mobil yang sukses (21),trik sales mobil (20),cara jadi sales mobil (15),kiat sukses salesman (14),tips sales sukses (13),sales mobil sukses (11),cara menjadi sales mobil (10),kiat sukses menjadi sales mobil (10),KEUNTUNGAN MENJADI SALES (10),tips menjadi sales yang sukses (9),tips jadi sales mobil (8),kiat sales sukses (8),tips jadi sales (7),kiat sukses sales (7),menjadi sales sukses (6),tips sukses jadi sales (5),kiat sukses sales mobil (5),sales yang baik (5)

Motivasi Diri Vs Pengawasan

Categories: MOTIVASI - Tags: , , , ,

Dulu, ketika saya menjadi sales, hal tersulit yang pernah saya alami sebenarnya bukan pada bagaimana saya  bisa menjual mobil kia yang notabenenya termasuk mobil baru di pasar otomotif Indonesia, dan memang tidak mudah; untuk tidak mengatakan “susah”.  Hal yang tersulit yang saya rasakan adalah bagaimana saya merawat api semangat dan motivasi yang ada dalam diri agar tetap menyala dan tidak padam. Memotivasi orang lain tidak segampang memotivasi diri sendiri. Memotivasi orang berhubungan dengan lidah dan ludah. Sedangkan memotivasi diri berhubungan dengan hati.

Setiap orang hidup, dimana pun bekerja, pasti pernah mengalami masalah dan rintangan. Apalagi di dunia sales dan marketing yang bekerja di bawah target dan tekanan. Jadi tidak heran, banyak yang menjadikan pekerjaan sales sebagai batu lonjatan, atau sebagai pengisi waktu ngganggur sambil mencari pekerjaan yang lain. Padahal, pekerjaan sebagai sales adalah pekerjaan yang akan menjadikan kita sebagai seorang mahasiswa super lagi. Kita bisa belajar, pintar, menjalin relasi dan sekaligus digaji dengan kesempatan penghasilan yang tak terbatas, tergantung target penjualan. Tinggal apakah kita termasuk seorang “safety player” atau kita termasuk “adventure”.  Apakah kita termasuk orang yang pasrah menerima keadaan, atau apakah kita termasuk orang yang dapat menciptakan keadaan (nasib)? Pilihan ada di tangan Kita.

Kembali kepada Motivasi dan Pengawasan (Kontrol). Dulu, atasan saya menerapkan Manajemen ini untuk mengatur tenaga salesnya, termasuk saya sebagai salesnya. Saya tahu persis buku apa yang Beliau baca untuk menambah wawasannya, karena saya juga membacanya. Jadi tidak sulit untuk mengerti kebijakan dan keinginannya dalam memanej teamnya. Bukankah sebagian tugas kita  sebagai bawahan adalah mengerti “persis” apa yang diinginkan oleh atasannya? Visi dan Misinya? Bukan dengan cara menjilat agar dapat mempertahankan jabatan dan posisinya.

Sales yang bekerja dengan motivasi tinggi, motivasi besar untuk berhasil, usaha cerdas dan keras dalam setiap pekerjaannya, maka pengawasannya akan sedikit longgar, karena ia tahu persis, merawat motivasi diri adalah hal tersulit. Hasil dan kinerja yang didapat dari seorang sales yang antusias dan bermotivasi tinggi pasti lebih karena mereka mempunyai inisiatif untuk memecahkan masalah atau mencegah masalah. Dan sebaliknya: Ketika motivasi menurun, gairah kerja turun, maka pengawasan (kontrol) akan semakin ketat.

Selanjutnya; Apakah menajamen cukup peka dan jeli dengan hal ini dengan tidak mengganggu semangat mereka dengan hal-hal yang sebenarnya sepele dan bukan hal prinsip?. Seperti: mempersulit yang sebenarnya mudah; penerapan sistem insentive yang sebenarnya merugikan sales (sitem penerapan target tertentu baru dapat klaim insentive, [seperti sales kartu kredit] yang tidak didukung dengan support yang memadai); dan hal-hal yang lain yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan mudah. Atau manajemen lebih memilih menciptakan “sales bajing lonjat”? Sales yang selalu pindah dan lari dari tanggung jawab setiap ada masalah?

Entahlah, Saya masih belum mengerti dengan logika “kaderisasi manajemen ” perusahaan otomotif. Saya harus lebih banyak belajar…

(based on “Positive Business Ideas” by James Gwee)

Incoming search terms:

pengawasan diri (10),permasalahan sales di perusahaan otomotif (2),buku motivasi sales mobil (1),pengawasan kepada seorang sales (1),motivator untuk sales mobil (1),motivasi sales marketing (1),motivasi menjual mobil (1),motivasi diri untuk sales (1),masalah sales mobil (1),permasalahan sales otomotif (1)

Dua Cara Mudah Mendapatkan Pelanggan

Categories: MOTIVASI - Tags: , , , ,

Iseng-iseng google dengan kata kunci “Cara Jual Mobil”. Hasilnya saya menemukan topik dari Yahoo Answers yang ditulis oleh Saudara Teguh. Seorang Sales mobil Toyota ( Sepertinya Teguh Toyota Dealer Surabaya) dengan pertanyaan seperti ini: “Gimana cara jual mobil yah ? gw skrg jual Toyota .. bulan2 ini (tepatnya tahun 2008) agak susah? ?”.  Sepertinya Mr Teguh sudah sangat berhasil tahun ini.

Menjawab pertanyaan terbuka yang disediakan oleh Yahoo, Jawaban terbaik yang terpilih menjawab seperti ini:

“Ya bisa lewat nawarin orang-orang yang kamu kenal trus minta mereka nyebarin ke org laen juga. Kamu juga bisa lewat tanya tentang mobil yang lagi dijual juga trus sambung pembicaraannya dengan nawarin toyotamu.. Kan lebih enak…”

Benarkah jualan mobil susah? Sepanjang yang saya rasakan, saya lebih memilih untuk mengatakan ” tidak gampang” ketimbang kata “susah”, itu karena saya menjual mobil kia yang baru di pasar otomotif Indonesia. Kalau mobil Toyota saya kira tidak terlalu sulit menjualnya, karena Toyota hadir di Indonesia sudah hampir 30 tahun, dan kenyataannya banyak teman-teman sales kia yang keluar dan berbondong-bondong melamar pekerjaan sebagai sales Mobil Toyota karena menjual produk toyota “katanya” lebih mudah.  Saya sendiri belum pernah jualan mobil Toyota satupun.

Menjawab masalah kesulitan menjual mobil, sebagai sales mobil, saya menghabiskan beberapa buku tentang prospecting, membaca buku tentang motivasi kerja, mengikuti beberapa pelatihan dan training salesmanship baik yang diadakan oleh kantor maupun di luar kantor, dan menjadikan program Mario Teguh di O Channel dan Metro TV sebagai tontonan wajib. Semua itu tentu saja bertujuan untuk mencari dan mendapatkan pelanggan atau konsumen. “Saya sendiri belum tahu, sejauh apa saya menggali, tapi saya sedikit sudah meminum airnya”.

Dari beberapa teori “salesmanship” yang saya pelajari dan praktek yang sudah saya kerjakan, Saya dapat menyimpulkan dan mengelompokkan dua cara “mudah” untuk mendapatkan pelanggan, yaitu:

1. Kita yang Mencari Pelanggan

Cara ini biasaya dilakukan dengan cara door to door, menjual dari pintu ke pintu, pameran, canvasing, flyering, moving, data base, telepon buku kuning, penawaran, email bomber dan lain. Tidak ada satu cara pun yang lebih efektif dari cara yang lain, semua cara pasti akan ada dampak positif dan harapan untuk mendapatkan customer. “Siapa menabur angin, ia akan menuai badai“. Masalahnya tidak semua Sales sabar dengan cara-cara tradisonal seperti ini, apalagi perusahaan. Karena sebelum “tuaian badai keberhasilan” mereka dapatkan, perusahaan sudah terlanjur memutuskan kontrak kerja pada sales yang bersangkutan. Jadi jangan heran, kalau suatu saat ada telpon masuk, mereka mencari yang tidak mereka jual. Skenario ini benar-benar bercerita tentang cara “Kerja Keras”.

2. Pelanggan yang Mencari Kita

Cara kedua sepertinya lebih indah, Konsumen yang mencari kita. Wow…  Cara ini adalah cara di mana kita berusaha dan menjadikan orang tahu siapa kita, apa yang kita jual, dan bagaimana cara membelinya. Inilah yang disebut dengan “menjual diri dan mengiklankan diri”. Mengiklankan diri lewa media dan pencitraan. Ya… “Pencitraan”.

Pencitraan dengan mengiklankan diri sangatlah efektif untuk menjaring pelanggan. Baik lewat Telivisi, Radio, Koran, Majalah, Internet dan lain sebagainya. Inilah cara-cara yang dilakukan oleh perusahaan perusahaan yang kemudian menjadi besar karena pencitraan. Coba renungkan, kalau kita ingin makan Ayam goreng, kira2 apa yang kita pikirkan, dan akan kemana membelinya dengan cara yang praktis dan simpel? Jawabannya bisa jadi “KFC dan McD”. Karena keduanya diketahui orang keberadaannya lewat media-media yang ada. Sedangkan Ayam Goreng yang lain tidak. Inilah yang dalam “Semiotika Visual” dinamakan citra dan imajinasi lebih real dari realita sesungguhnya, karena citra selalu dijejal-jejalkan ke otak kita. Dalam bahasa semiotika di sebut dengan “framing”. Framing salah satu cara untuk mengetahui sekaligus membuktikan bahwa realitas sesungguhnya merupakan hasil konstruksi (baik konstruksi individu, masyarakat dan media). Framing adalah cara untuk melihat bagaimana realitas itu dibentuk dan dikonstruksikan oleh media. Secara praktis  framing dapat dipahami sebagai cara bagaimana peristiwa atau realitas disajikan oleh media.

Inilah Skenario “kerja cerdas” dengan biaya yang tentu saja lebih tinggi dari cara pertama.Tapi cara ini tentu saja tidak berdiri sendiri dan bisa menjadi andalan, karena kita juga membutuhkan cara yang pertama. Cara inilah sebenarnya yang menginspirasi saya belajar internet marketing dan menghasilkan puluhan website. Karena saya yakin, Suatu saat saya bisa menjual apa saja dengan media ini kalau dudah tidak lagi berkerja di KIA.

Semoga….

Incoming search terms:

CARA MENCARI PELANGGAN (104),cara mencari konsumen (34),cara mencari customer (30),cara kerja sales mobil (28),tips mencari pelanggan (18),cara mendapatkan pelanggan (10),cara mendapatkan customer (9),trik mencari pelanggan (6),cara untuk mencari pelanggan (5),cara menawarkan mobil ke konsumen (5),trik-trik mencari pelanggan cosmetik (5),trik trik mencari pelanggan kosmetik (5),trik mencari konsumen (5),cara cari sales (4),cara mencari konsumen mobil (4),trik cari pelanggan (4),trik-trik mencari pelanggan kosmetik (4),cara cari pelanggan (4),bagaimana cara menjual mobil kia (4),mencari customer (3)

Catatan Iseng Online Marketing

Categories: MOTIVASI - Tags: , , , ,

Ada cerita menarik dengan keberadaan website, online marketing dan dalam dunia marketing. Dulu, ketika saya memutuskan untuk jualan online, sebenarnya keputusan itu adalah keputusan untuk belajar dan mempelajari dunia marketing secara keseluruhan. Karena basic saya adalah agama dan Sarjana Theologi Islam (SThI) titel saya (mohon maaf, saya tidak pernah mencatumkan titel di id card atau kartu nama, seperti halnya teman-teman dengan SE dan S. Komp), maka proses otodidak pun dimulai. Mulai dari blogspot, wordpres gratisan, hingga domain dan hosting gratisan berbasis co.cc.

Setelah sedikit mengerti dan terampil membuat website, saya memutuskan untuk menggunakan domain dan hosting sendiri dan akhirnya menghasilkan beberapa website yang berbasis joomla. Berjalan hampir setahun, mempelajari joomla sebenarnya mengasyikkan, itu karena platform CMS ini sangat sederhana dan tidak dituntut untuk mengerti detail bahasa php dan ternyata jerih payah saya menghasilkan secara ekonomis, baik dari jualan mobil maupun dari jualan website.

Setelah beberapa tahun, saya tertantang dengan konsep platform wordpress dan konsep SEO nya, apalagi dengan maraknya SEO search term yang dapat  menampilkan hasil pencarian dari website lain dan menampilkannya di hasil pencarian google, bahkan anehnya, artikel yang sengaja ditulis bisa kalah degan hasil Auto Content Generator.

Saya pun tertantang untuk menguasai wordpress dengan bahasa PHP. Hasilnya; salesmobil.com dapat dikatakan sebagai website pribadi (digarap perorangan) yang banyak dikunjungi orang dalam hal content mobil, ini terbukti dengan alexa ranking 3 digit yaitu 227 ribu. Tidak usah ditanya, berapa banyak uang yang saya hasilkan dari website tersebut, yang jelas lebih besar dari cashflow bulanan saya dalam sembilan bulan terakhir ini; kiapemuda.com sendiri adalah website mobil kia yang banyak dikunjungi untuk urusan mobil kia setelah kiamobil.com

Cerita paling menarik dari perjalan ini sebenarnya adalah keberadaan website Dealer Mobil Honda yang saya buat iseng-iseng dengan memasukkan posting ala kadarnya. Dan ternyata; keberadaan website memang benar-benar membantu target jualan sales mobil dan sales tersebut bisa menjadi  contoh baik bagi teman-temannya.  Jadi jangan heran, kalau sekarang hampir semua sales Mobil Honda Cikarang sebagai ATPM Mobil honda memiliki website pribadi. Hehehe…. Intinya: “keberhasilan itu harus kita raih, bukan kita tunggu”.

Selamat Belajar….

 

Incoming search terms:

slivoknet com (3),marketing kia website (1),website pribadi sales mobil honda (1)